Rabu, 11 November 2015

PUSANTREN SAINS DI MUALLIMIN


TRENSAINS, CIPTAKAN PESANTREN KEKINIAN


Dengan diadakannya Program Trensains, almamater tercinta kita selangkah lebih maju nih sob. Pasti masih bingungkan Trensains itu apa? Gini sob, jadi Trensains itu singkatan “Pesantren Sains”. Pada dasarnya, program ini ingin mengharmoniskan ilmu pengetahuan (sains) dengan Al-Quran. Gitu sob. Udah paham kan?
Pada hari Senin (21/9) lalu, Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta mengadakan launching Program Trensains (Pesantren Sains) & stadium general di gedung aula muallimin. Acara yang dihelat bersamaan dengan pelantikan PR IPM Mu’allimin ini dihadiri oleh Badan Pembina Madrasah Mu’allimin, Direksi Mu’allimin, Direktur Mu’allimaat, Ustadz  Dr. Haedar Nashir selaku ketua umum PP Muhammadiyah, dan Ustadz Agus Purwanto D.Sc selaku konsultan ahli dan pengembang program trensains. Acara ini berlangsung pagi hari dari jam 9 - 12.
Trensains mengambil kekhususan pada pemahaman Al-Qur’an, Al-Hadits, ilmu kealaman (Natural Science) dan interaksinya. Hubungan dan interaksi antara agama dan sains merupakan materi khas Trensains yang tidak ada di pesantren modern. Kemampuan dalam berbahasa Arab dan Inggris adalah merupakan prasyarat dasar bagi peserta Trensains. Selain itu juga peserta dituntut untuk memiliki kemampuan nalar matematik dan filsafat yang memadai. Harapan proyeksi kedepan bagi para alumni trensains adalah ilmuwan sains kealaman, teknologi, dan dokter yang memiliki basis Al-Qur’an yang kokoh. Program ini terinspirasi oleh dua hal. Pertama, adalah untuk memaksimalkan potensi kemampuan berbahasa inggris dan arab pada santri yang sejak kelas 1 hingga 3 MTs telah mengikuti program bilingual. Kedua, adalah sebagai ciri khas jurusan untuk memaksimalkan program jurusan IPA di Madrasah Mu’allimin sendiri.
"Program ini monumental dan saya yakin mampu mewarnai perjalanan Mu'allimin dan Persyarikatan Muhammadiyah ke depan. Kami mengapresiasi tinggi dan memberikan penghargaan atas program ini. Semoga saja adanya program ini juga makin membuat Muhammadiyah tangguh, seperti dalam hal tarjih yang selama ini diketahui." tutur Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir dalam Launching Program Trensains di Aula Madrasah Mu'allimin Yogyakarta, Senin (21/09).
Model kegiatannya adalah mengedepankan pemahaman ayat-ayat kauniyah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits dengan semangat integrasi dan islamisasi ilmu pengetahuan melalui beberapa materi dan kegiatan pembelajaran khusus. Targetnya adalah untuk mengantarkan santri trensains masuk ke Universitas negeri favorit dan mencetak santri yang  memiliki basis al-Qur’an, As-Sunnah serta filsafat yang kokoh dalam berbagai bidang ilmu sains dan kealaman.
Sebagai sekolah kader Persyarikatan Muhammadiyah, Mu'allimin dituntut untuk selalu siap mencetak anak didiknya sebagai pemimpin masa depan, baik bagi bangsa, negara maupun Persyarikatan Muhammadiyah. Oleh karena itu seiring waktu, Madrasah Mu'allimin juga harus meningkatkan kualitas sesuai dengan yang sudah ditentukan.

Ya semoga saja tujuan diadakannya terobosan baru ini bisa tercapai sob. Sehingga Mu’allimin, Muhammadiyah, dan umat Islam tentunya dapat kembali mengangkat kejayaannya yang banyak melahirkan ilmuwan terkenal di masanya. Amin. –MuhIlhamGandi.
No comments

Kamis, 05 November 2015

Pelajar Jogja Peduli Asap


PELAJAR JOGJA PEDULI ASAP



                Setelah kekeringan yang melanda berbagai kota dipelosok negeri, ternyata itu pun belum cukup. Belum lagi ditambah dengan banyaknya kebakaran hutan yang merupakan salah satu akibat dari musim kemarau yang berkepanjangan, seakan melengkapi penderitaan negeri ini. Miris banget ya sob.

                Sob, kalian pasti tau kan kabar tentang kabut asap yang melanda Riau? Entah murni akibat kemarau panjang atau malah akibat ulah manusia yang semena-mena merusak alam demi kepentingan pribadi. Gara-gara kabut asap ini, kota-kota disekitar hutan yang terbakar tertutup oleh asap, bahkan negara tetangga kita –Singapura dan Malaysia- pun ikut merasakan dampaknya. Atas kejadian tersebut, pengguna sosial media twitter di Malaysia dan Singapura ramai-ramai menggunakan #TerimaKasihIndonesia sebagai sindiran atas kabut asap yang juga ikut melanda negara mereka. "#TerimaKasihIndonesia telah membuat hari-hari kami berkabut!!! dan (terima kasih) telah menjadi egois!! dan juga membuat banyak anak-anak pergi ke rumah sakit. Terima kasih!" ujar akun @drewsomnia.

                Ironisnya, sudah banyak korban yang berjatuhan karena banyak menghirup asap. Banyak dari mereka mengalami penyakit seperti asma, bronkitis kronik, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), dan lain-lain. Pasti kita sering bertanya, sudahkah pemerintah berkerja secara maksimal dalam penanganan kabut asap ini?

                Selain tanggung jawab pemerintah, masalah ini juga menjadi tanggung jawab kita untuk turut membantu sob. Sudah banyak kalangan masyarakat yang mulai bersimpati dan ingin membantu penderitaan korban kabut asap. Seperti halnya yang dilakukan pelajar dari Jogja yang tergabung dalam FKPO (Forum Komunikasi Pengurus OSIS) melakukan penggalangan dana untuk meringankan penderitaan korban kabut asap. Mereka melakukan aksinya dibeberapa titik seperti Malioboro, Tugu Jogja, perempatan Gramedia Pusat, dan beberapa tempat yang sekiranya mendapatkan banyak respon. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar-pelajar dari berbagai sekolah seperti Mu’allimin, Mu’allimat, SMAN 1 Jogja, SMAN 3 Jogja, SMAN 10 Jogja dan beberapa sekolah lain di wilayah Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada hari Jum’at (16/10) dan Sabtu (17/10). Alhamdulillah, acara ini berhasil menggumpulkan dana sebesar Rp 68 juta, yang nantinya ditujukan untuk membantu saudara kita korban kabut asap.

                “Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengeratkan solidaritas pelajar di Jogja yang semoga bisa menurunkan tingkat tawuran.” Jelas saudara Ja’far dari SMAN 10 Jogja selaku Koordinator lapangan dititik Malioboro. Dan menanggapi perihal musibah asap yang juga dirasakan warga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, Ja’far juga perpendapat “Kita inginnya Indonesia sebagai tuan rumah dari musibah ini bertanggung jawab, tetapi urusan ini tidak hanya urusan pemerintah saja, tetapi urusan ini adalah urusan seluruh warga Indonesia juga.”


                Nah sob, kita sebagai warga Indonesia yang baik, hendaknya bisa saling peduli satu sama lain tertutama untuk saudara kita yang terkena musibah. Dan agar musibah ini tidak terulang kembali, maka kita harus sadar bahwa kita harus selalu menjaga alam kita agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang. –Haiban R.
No comments

Korps Penyebar Senyum untuk Berbagi


KPS, ADA UNTUK MEMBANTU SESAMA



            Eh sob, kalian tau KPS nggak? By the way, ini komunitas baru loh. Karena masih baru, di sini kita akan mengulas tuntas tentang komunitas ini. Biar komunitas yang kece ini bisa femes dan hitz tentunya. Haha.
            KPS adalah sebuah komunitas yang di bentuk oleh anak kelas 4 pada tanggal 26 Maret 2014 yang bertujuan untuk mengajak teman teman sekitar kita untuk mengerti arti berbagi dan menolong sesama. Kece kan?
            KPS itu singkatan dari “Korps Pengembang Senyum”. Kenapa pengembang senyum? karena KPS ingin menumbuhkan kembali senyum orang-orang di sekitar kita yang sedang mengalami kesulitan. Jadi, komunitas ini berlandaskan pada rasa kepedulian sesama. Gitu sob.
            Komunitas ini berawal ketika salah seorang siswa kelas 4 yang akrab disapa Azzam sedang berjalan jalan di daerah Jln. Ahmad Dahlan. Dia melihat ada orang yang kelaparan. Lalu ia dan salah seorang temannya berinisiatif untuk membantu orang tersebut. Semakin lama hal positif ini menjadi sebuah kebiasaan baik yang diikuti oleh teman-temannya yang lain. Karena Semakin lama peminatnya pun semakin banyak, akhirnya dibuatlah sebuah komunitas yang kemudian dinamakan KPS.

            KPS memiliki beberapa kegiatan yang positif nih sob! Diantaranya mengajar TPA, membagikan makanan, dan memberikan dana sisa kepada orang yang membutuhkan. Dana sisa disini adalah hasil dari iuran mingguan para anggotanya yang nantinya dibelikan makanan untuk orang-orang yang membutuhkan.
            ”Alhamdulillah komunitas ini mendapatkan banyak dukungan dari para ustad maupun siswa siswa lain nya tidak hanya itu komunitas ini pun semakin berkembang. Saya berharap KPS dapat berkembang dan orang-orang memiliki rasa kepedulian yang besar dalam membantu sesama.” ujar Azzam selaku ketua dari KPS sendiri.

            Nah sob, bagi kalian yang ingin tau banyak tentang KPS, bisa tanya-tanya aja langsung ke ketua KPS,  Muhammad Nazif Azzam atau ke Brilliant Syifaa Nang Galih. –Syifa.
No comments

Mengenai Saya