PELAJAR
JOGJA PEDULI ASAP
Sob, kalian pasti tau kan kabar
tentang kabut asap yang melanda Riau? Entah murni akibat kemarau panjang atau
malah akibat ulah manusia yang semena-mena merusak alam demi kepentingan
pribadi. Gara-gara
kabut asap ini, kota-kota disekitar hutan yang terbakar tertutup oleh asap,
bahkan negara
tetangga kita –Singapura dan Malaysia- pun ikut merasakan dampaknya. Atas kejadian tersebut, pengguna sosial media twitter di Malaysia dan Singapura ramai-ramai
menggunakan #TerimaKasihIndonesia sebagai sindiran atas kabut asap yang juga
ikut melanda negara mereka. "#TerimaKasihIndonesia telah membuat hari-hari kami berkabut!!!
dan (terima kasih) telah menjadi egois!! dan juga membuat banyak anak-anak
pergi ke rumah sakit. Terima kasih!" ujar akun
@drewsomnia.
Ironisnya, sudah banyak korban yang
berjatuhan karena banyak menghirup asap. Banyak dari mereka mengalami penyakit
seperti asma, bronkitis kronik, PPOK (Penyakit Paru
Obstruktif Kronik), ISPA (Infeksi
Saluran Pernafasan Akut), dan lain-lain. Pasti kita sering bertanya, sudahkah
pemerintah berkerja secara maksimal dalam penanganan kabut asap ini?
Selain tanggung
jawab pemerintah, masalah ini juga menjadi tanggung jawab kita untuk turut membantu
sob. Sudah banyak
kalangan masyarakat yang mulai bersimpati dan ingin membantu penderitaan korban kabut asap. Seperti halnya yang
dilakukan pelajar dari Jogja yang tergabung dalam FKPO (Forum Komunikasi Pengurus OSIS) melakukan penggalangan dana untuk meringankan penderitaan korban kabut asap.
Mereka melakukan aksinya dibeberapa titik seperti Malioboro, Tugu Jogja,
perempatan Gramedia Pusat, dan beberapa tempat yang sekiranya mendapatkan
banyak respon. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar-pelajar dari berbagai sekolah
seperti Mu’allimin, Mu’allimat, SMAN 1 Jogja, SMAN 3 Jogja, SMAN 10 Jogja dan
beberapa sekolah lain di wilayah Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada hari
Jum’at (16/10) dan Sabtu (17/10). Alhamdulillah, acara ini berhasil
menggumpulkan dana sebesar Rp 68 juta, yang nantinya ditujukan untuk membantu
saudara kita korban kabut asap.
“Kegiatan
ini juga bertujuan untuk mengeratkan solidaritas pelajar di Jogja yang semoga
bisa menurunkan tingkat tawuran.” Jelas saudara Ja’far dari SMAN 10 Jogja selaku Koordinator lapangan dititik Malioboro. Dan
menanggapi perihal musibah asap yang juga dirasakan warga luar negeri seperti
Singapura dan Malaysia, Ja’far juga perpendapat “Kita inginnya Indonesia
sebagai tuan rumah dari musibah ini bertanggung jawab, tetapi urusan ini tidak
hanya urusan pemerintah saja, tetapi urusan ini adalah urusan seluruh warga
Indonesia juga.”
Nah sob, kita sebagai warga Indonesia
yang baik, hendaknya
bisa saling peduli satu sama lain tertutama untuk saudara kita yang terkena
musibah. Dan agar musibah ini tidak terulang kembali, maka kita harus sadar
bahwa kita harus selalu menjaga alam kita agar tetap lestari dan bisa dinikmati
oleh anak cucu kita di masa yang akan datang. –Haiban R.
0 komentar:
Posting Komentar