Kamis, 05 November 2015

Pelajar Jogja Peduli Asap

05.06

Share it Please

PELAJAR JOGJA PEDULI ASAP



                Setelah kekeringan yang melanda berbagai kota dipelosok negeri, ternyata itu pun belum cukup. Belum lagi ditambah dengan banyaknya kebakaran hutan yang merupakan salah satu akibat dari musim kemarau yang berkepanjangan, seakan melengkapi penderitaan negeri ini. Miris banget ya sob.

                Sob, kalian pasti tau kan kabar tentang kabut asap yang melanda Riau? Entah murni akibat kemarau panjang atau malah akibat ulah manusia yang semena-mena merusak alam demi kepentingan pribadi. Gara-gara kabut asap ini, kota-kota disekitar hutan yang terbakar tertutup oleh asap, bahkan negara tetangga kita –Singapura dan Malaysia- pun ikut merasakan dampaknya. Atas kejadian tersebut, pengguna sosial media twitter di Malaysia dan Singapura ramai-ramai menggunakan #TerimaKasihIndonesia sebagai sindiran atas kabut asap yang juga ikut melanda negara mereka. "#TerimaKasihIndonesia telah membuat hari-hari kami berkabut!!! dan (terima kasih) telah menjadi egois!! dan juga membuat banyak anak-anak pergi ke rumah sakit. Terima kasih!" ujar akun @drewsomnia.

                Ironisnya, sudah banyak korban yang berjatuhan karena banyak menghirup asap. Banyak dari mereka mengalami penyakit seperti asma, bronkitis kronik, PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik), ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut), dan lain-lain. Pasti kita sering bertanya, sudahkah pemerintah berkerja secara maksimal dalam penanganan kabut asap ini?

                Selain tanggung jawab pemerintah, masalah ini juga menjadi tanggung jawab kita untuk turut membantu sob. Sudah banyak kalangan masyarakat yang mulai bersimpati dan ingin membantu penderitaan korban kabut asap. Seperti halnya yang dilakukan pelajar dari Jogja yang tergabung dalam FKPO (Forum Komunikasi Pengurus OSIS) melakukan penggalangan dana untuk meringankan penderitaan korban kabut asap. Mereka melakukan aksinya dibeberapa titik seperti Malioboro, Tugu Jogja, perempatan Gramedia Pusat, dan beberapa tempat yang sekiranya mendapatkan banyak respon. Kegiatan ini diikuti oleh pelajar-pelajar dari berbagai sekolah seperti Mu’allimin, Mu’allimat, SMAN 1 Jogja, SMAN 3 Jogja, SMAN 10 Jogja dan beberapa sekolah lain di wilayah Yogyakarta. Acara ini berlangsung pada hari Jum’at (16/10) dan Sabtu (17/10). Alhamdulillah, acara ini berhasil menggumpulkan dana sebesar Rp 68 juta, yang nantinya ditujukan untuk membantu saudara kita korban kabut asap.

                “Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengeratkan solidaritas pelajar di Jogja yang semoga bisa menurunkan tingkat tawuran.” Jelas saudara Ja’far dari SMAN 10 Jogja selaku Koordinator lapangan dititik Malioboro. Dan menanggapi perihal musibah asap yang juga dirasakan warga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, Ja’far juga perpendapat “Kita inginnya Indonesia sebagai tuan rumah dari musibah ini bertanggung jawab, tetapi urusan ini tidak hanya urusan pemerintah saja, tetapi urusan ini adalah urusan seluruh warga Indonesia juga.”


                Nah sob, kita sebagai warga Indonesia yang baik, hendaknya bisa saling peduli satu sama lain tertutama untuk saudara kita yang terkena musibah. Dan agar musibah ini tidak terulang kembali, maka kita harus sadar bahwa kita harus selalu menjaga alam kita agar tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita di masa yang akan datang. –Haiban R.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya